Keramaian tak ada arti . . .
saat ku bertanya Pedulikah [?]
namun sayang . . .
angin tak berhembus . . .
yang ku rasakan hampa . .
Suara yang begitu keras tak ku dengar . . .
yang ku tau hujan tampa air . . .
yang ku tau batu itu luluh . . .
dalam kebimbangan aku berdiri . . .
dan engkau berkata . . .
Kesendirian . . .
apa engkau tau apa yang kurasakan . . .
apa engkau mengerti apa yang terjadi . . .
apa engkau melihat apa yang ada dalam bayangan ku . . .
apa engkau rasakan hal yang kini ku rasa kan . . .
apa engkau pernah melihat aku yang kini terus berdiri . . .
dan selalu roboh ketik kau ucapkan kata itu lagi . . .
sayang . . .
engkau tak pernah mengerti . . .
sayang . . .
engkau tak mau pahami . . .
sayang . . .
engkau tak pernah melihat . . .
kini . . .
aku hanya bisa berharap . . .
dengan cintamu . . .
cinta yang telah mati rasa . . .
cinta yang tak pasti menurutmu . . .
namun bagiku itu pasti . . .
dan berharap . . .
dalam keyakinan TUHAN . . .
ENGKAU HANYA UNTUK KU DI KEMUDIAN HARI



0 komentar:
Posting Komentar
Spammer Delete ?